oleh

Wamenkeu Paparkan Transfer Dana ke Daerah dan Desa Tahun 2022

Jakarta, Mediakonomi.com – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memaparkan alokasi dana dari pusat yang ditransfer ke daerah melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) untuk tahun 2022 pada rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Wamenkeu mengatakan, alokasi TKDD tahun 2022 tidak jauh berbeda dengan tahun 2021 yakni sebesar Rp770,4 trliun. Dana tersebut difokuskan untuk program peningkatan kualitas infrastruktur publik, pemulihan ekonomi, pembangunan SDM, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Komponennya termasuk Dana Bagi Hasil yang ada peningkatan karena ada kenaikan harga komoditas,” kata Suahasil pada rapat yang berlangsung secara virtual, Senin (30/8/2021).

Terkait Dana Alokasi Umum (DAU), Pemerintah akan menyempurnakan formula dengan melakukan evaluasi terhadap bobot alokasi dasar, bobot variabel kebutuhan fisik, dan bobot variabel fiskal daerah.

BACA JUGA  Pemulihan Ekonomi Menyeluruh Menjadi Agenda Utama Kongres Dunia ke-19 AEI

“Tahun depan, diperkirakan tidak jauh dari tahun ini, Rp378 triliun dana alokasi umum. Moga-moga nanti dari DAU ini juga menjadi dasar yang baru dari persentase dana otsus,” ujarnya.

Lebih lanjut Wamenkeu mengatakan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dalam RAPBN 2022 dialokasikan sebesar Rp60,9 triliun, namun angka tersebut masih dalam pembahasan dengan Badan Anggaran DPR. Sementara, DAK Non Fisik diharapkan dapat mendukung penyerapan tenaga kerja dan investasi.

Dana alokasi khusus yang non fisik ini termasuk untuk bantuan operasional sekolah, pelayanan adminduk (administrasi dan kependudukan), juga bantuan operasional kesehatan (BOK), lanjutnya. Dana BOK menjadi sangat penting pada saat bangsa Indonesia menangani Covid-19.

BACA JUGA  Bea Keluar untuk CPO Turun Menjadi USD 93/MT

Kemudian, Wamenkeu berharap dana insentif daerah (DID) sebesar Rp10 triliun pada tahun 2022 dapat mendorong kinerja Pemerintah Daerah dalam meningkatkan tata kelola APBD, peningkatan layanan dasar publik dan peningkatan perekonomian daerah.

Menurut Wamenkeu, pemanfaatan Dana Desa pada tahun 2022 tetap difokuskan dan diprioritaskan untuk perlindungan sosial berupa BLT Desa, pemulihan ekonomi desa, dan dukungan program sektor prioritas desa.

“Dana Desa kebijakan umumnya tahun depan adalah tetap digunakan untuk penanganan Covid sebesar 8% kita harapkan digunakan untuk kesehatan. Bagaimana dalam situasi yang krisis, Dana Desa juga bisa ikut membantu pemantauan Covid, pemantauan kesehatan di seluruh desa,” ujar Wamenkeu. (Zainal, sumber Kemenkeu)

BACA JUGA  Pemerintah Dorong Konsolidasi Petani dalam Koperasi Wujudkan Korporatisasi Pangan
banner 970x90

News Feed