oleh

Respon Dari Kementerian ESDM Pasca Desakan Jepang dan Korsel Agar Keran Ekspor Batubara dibuka Kembali

banner 970x90

Jakarta,Mediakonomi.com –  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan sudah ada komunikasi dengan negara tujuan ekspor batubara Indonesia.

Sebelumnya, Jepang dan Korea Selatan sudah buka suara meminta agar pemerintah kembali membuka ekspor batubara kenegaranya.

Perlu diketahui, Pemerintah sejak 1 Januari 2022 melarang ekspor batubara demi mengamankan pasokan untuk pembangkit PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengungkapkan, sejumlah perusahaan yang berkontrak dengan kedua negara masuk dalam daftar yang belum memenuhi komitmen Domestic Market Obligation  (DMO).

“Saya sudah sampaikan ke Jepang dan Korea Selatan. Pesan saya kepada mereka, aupaya berbisnislah dengan perusahaan yang bagus, jangan (dengan) yang ngak patuh,” ujar Ridwan dalam Diskusi Economic Challenges, Selasa (11/1).

BACA JUGA  Pemerintah Blokir 218 Domain Situs Web Investasi Ilegal

Ridwan menjelaskan, dari 99 perusahaan yang berkontrak ekspor dengan Korea Selatan, hanya 19 perusahaan yang memenuhi DMO. Sementara itu, dari 37 perusahaan yang memiliki kontrak ekspor ke Jepang, hanya 8 perusahaan yang memenuhi komitmen DMO.

Ridwan pun memastikan, di saat bersamaan pihaknya terus berupaya mendorong perbaikan skema pasokan batubara oleh PLN. Untuk itu, PLN diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan transportasi atau angkut batubara.

“Selain barangnya ada, transportasinya juga ada termasuk infrastruktur penerimaan,” pungkas Ridwan dikutif dari Kontan.

News Feed