oleh

Prospek Komoditasnya Cerah, Petani Milenial Garut Didukung oleh KUR

Garut, Mediakonomi.com – Keberadaan petani milenial di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat dapat menjadi andalan perekonomian di masa depan. Sejak awal petani milenial ini difasilitasi oleh pemerintah, termasuk diberi akses ke sumber permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Barat Hendy Jatnika dalam laporannya pada acara peluncuran Rintisan Usaha Petani Milenial Bidang Perkebunan di pelataran Cafe Kopi Mahkota, Garut, Selasa (31/8/2021). Peresmian tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur Jabar H. Uu Ruzhanul Ulum.

“Secara bertahap dan alhamdulillah bahwa KUR yang disalurkan kepada petani milenial ini sesuai arahan Pak Gubernur untuk memperbanyak sumber permodalan dan offtaker,” kata Hendy.

BACA JUGA  Sektor Usaha Pariwisata di Kota Bandung Masih Terpuruk

Dalam penyaluran KUR, program petani milenial tidak hanya mengandalkan Bank BJB, melainkan juga bekerja sama dengan Bank BNI. Sampai sekarang sudah terealisasi lima petani milenial bidang perkebunan yang menerima KUR. Mudah-mudahan jumlah tersebut bertambah.

“Peserta program Petani Milenial di bidang perkebunan fokus pada sejumlah komoditas seperti kopi, gula aren, vanili, pembenihan tanaman perkebunan, dan limbah kelapa,” jelas Hendy.

Seleksi Petani Milenial bidang perkebunan telah meloloskan 25 orang petani milenial. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 petani memilih jenis rintisan usaha pengolahan kopi, 4 orang merintis pengolahan gula aren, 2 orang merintis komoditas vanili, 2 orang pembenihan tanaman perkebunan, serta 2 petani milenial lainnya memilih rintisan usaha pengolahan limbah kelapa.

BACA JUGA  Legislator Jabar: Selamatkan Ekonomi Masyarakat dengan Fokus pada Pertanian

“Komoditas yang dipilih para Petani Milenial mempunyai pangsa pasar yang baik. Prospeknya bagus. Limbah kelapa punya potensi yang cerah di pasar ekspor. Permintaan terhadap arang dan sabutnya dari luar negeri cukup besar. Menurut para pelaku offtaker kami di sana, ini peluang pasarnya belum bisa dipenuhi, baru 10 persen, tentu 90 persen belum bisa dipenuhi,” jelas dia.

Sementara dalam sambutannya Wagub Uu menekankan pentingnya regenerasi petani di Jabar. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan dan mendukung produktivitas sektor pertanian di Jabar. Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian di Jabar pun diminta terus berinovasi dan beradaptasi dengan tuntutan zaman.

“Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sedang mengembangkan Petani Milenial untuk menjawab permasalahan di bidang pertanian, khususnya regenerasi petani,” kata Uu.

BACA JUGA  Layanan Prima BKIPM Tingkatkan Ekspor Perikanan Sulsel

Saat ini, minat generasi muda untuk mengembangkan sektor pertanian cenderung menurun. SDM sektor pertanian pun didominasi oleh penduduk yang berusia lebih dari 44 tahun.

Besar harapan Wagub para peserta yang tergabung dalam program Petani Milenial mampu menguasai ilmu dan teori di bidang pertanian. Kemampuan itu harus dimiliki untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian di Jabar. (Dedi, sumber Pemprov Jabar)

banner 970x90

News Feed