oleh

OJK Apresiasi Satgas Waspada Investasi dalam Pemberantasan Pinjol Ilegal

banner 970x90

Jakarta, Mediakonomi .com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyampaikan apresiasi kepada Satgas Waspada Investasi (SWI) yang gencar dalam operasi pemberantasan pinjaman online (pinjol) ilegal. Berkat kerja keras SWI, pihak berwenang sukses menangkap pelaku pinjol ilegal yang merugikan masyarakat.

SWI juga menjalankan berbagai program edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan fintech lending yang terdaftar di OJK atau berizin dan mencegah masyarakat memanfaatkan pinjaman online ilegal.

banner 970x90

“OJK mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan oleh anggota SWI lainnya di antaranya melakukan cyber patrol, melakukan pemblokiran rutin situs dan aplikasi pinjol ilegal, menertibkan koperasi simpan pinjam yang menawarkan pinjaman online, melakukan pelarangan payment gateway, dan melakukan proses hukum terhadap pinjol ilegal,” kata Wimboh, Jumat (20/8/2021).

BACA JUGA  Kinerja Ekspor Produk Perikanan Dunia, Peringkat Indonesia Naik

Pernyataan Wimboh itu disampaikan pada penandatanganan kesepakatan bersama dan nota kesepahaman untuk memperkuat upaya pemberantasan pinjol ilegal bersama BI, Polri, Kementerian Komunikasi dan Informasi, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

OJK juga telah mendapatkan respon positif dari Google atas permintaan kerja sama mengenai syarat aplikasi pinjaman pribadi di Indonesia yang sering disalahgunakan oleh pinjaman online ilegal. Terhitung sejak tanggal 28 Juli 2021, Google menambahkan persyaratan tambahan kelayakan bagi aplikasi pinjaman pribadi antara lain berupa dokumen lisensi atau terdaftar di OJK.

“Upaya-upaya preventif dan kuratif dalam penanganan pinjaman online ilegal tidak boleh berhenti sampai disini. Seluruh anggota SWI harus membangun suatu sistem yang terintegasi dan terstruktur untuk melawan masifnya penawaran pinjaman online ilegal. Pinjaman online ilegal harus kita basmi bersama karena pelaku pinjaman online ilegal membebani dan merugikan masyarakat,” ujar dia.

BACA JUGA  MenKopUKM Dorong Pelaku UMKM Sektor Peternakan Berbisnis Dalam Skala Ekonomi

Ke depannya, OJK, BI, Kominfo, Kemenkop UKM dan Polri harus menerapkan strategi yang lebih efektif, terstruktur dan terarah untuk membasmi pinjaman online ilegal, yang kami wujudkan bersama dalam pernyataan bersama.

Sementara Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa BI berkomitmen dan mendukung penuh setiap upaya dan langkah bersama untuk menjaga agar sektor keuangan dapat terus tumbuh secara sehat dan berkontribusi positif dan efektif terhadap pemulihan ekonomi .

BI juga terus berkomitmen untuk selalu menjadi mitra strategis dalam sinergi antarotoritas dalam mentransmisikan kebijakan, tanpa terganggu oleh adanya praktik bisnis yang tidak sehat seperti pinjaman online ilegal.

Dukungan penuh BI selaku otoritas di bidang sistem pembayaran antara lain menekankan penerapan aspek kehati-hatian oleh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) nonbank dalam menjalankan bisnisnya dan menjalankan kewajiban Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) termasuk menerapkan prinsip Know Your Customer.

BACA JUGA  Wujudkan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas, BI Ajukan Anggaran Tahunan 2022

Kedua melarang PJP nonbank agar tidak bekerja sama dengan atau memfasilitasi penyelenggara pinjaman online ilegal dan ketiga memperkuat literasi keuangan dan melakukan program komunikasi secara aktif dan menyeluruh untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penawaran pinjaman online ilegal. (*)

banner 970x90

News Feed