oleh

Menkeu Paparkan Kinerja Kementerian yang Dipimpinnya Lima Tahun Terakhir

Jakarta, Mediakonomi.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan indikator kinerja kementerian yang dipimpinnya selama lima tahun terakhir pada Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI. Beberapa indikator hasil kinerja utama oleh Kemenkeu dikaitkan dengan penerimaan pajak, yield Surat Berharga Negara (SBN), hingga dwelling time.

“Semuanya menunjukkan kinerja optimal. Kita lihat dari penerimaan perpajakan sudah mulai recover, kemudian indeks ketimpangan antar wilayah yang sempat menurun agak meningkat sedikit,” kata Menkeu di depan peserta rapat kerja Komisi XI DPR RI, Kamis (2/9/2021).

Begitu juga dwelling time di pelabuhan yakni waktu yang dibutuhkan dari bongkar muat hingga kapal berangkat harus dijaga untuk mendukung proses recovery ekonomi . Sementara SBN yield sudah cukup menurun bahkan sekarang untuk yang 10 tahun bisa di bawah 6%.

BACA JUGA  BI Siap Berlakukan Peraturan untuk Penyempurnaan Ketentuan Pasar Uang

Nilai kinerja dari anggaran Kemenkeu juga tetap terjaga bagus. Hal ini dapat terlihat dari opini BPK atas laporan keuangan. Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LK BA BUN) mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut. Sementara Laporan Keuangan Kemenkeu mendapatkan opini WTP sepuluh kali berturut-turut.

“Terhadap kita tetap WTP 10 kali untuk yang BA 15, BA BUN 5 kali dan LKPP 5 kali. Kami tetap menjaga nilai-nilai kinerja yang lain seperti reformasi birokrasi walaupun terjadi penurunan sedikit tapi tetap di angka 87,6 dan nilai AKIP (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Kemenkeu juga tetap terjaga,” ujar Sri.

BACA JUGA  Pendapatan Negara sampai Juli 2021 Bertambah 11,8 Persen Dibandingkan Tahun Lalu

Menkeu juga menyampaikan, Kemenkeu adalah salah satu lembaga yang sangat besar tapi mampu menjalankan balanced scorecard secara konsisten terutama dikaitkan dengan prioritas nasional yang digariskan oleh Presiden, kemudian diterjemahkan menjadi kinerja organisasi.

“Ini adalah pola dan desain organisasi di Kemenkeu berdasarkan tujuan atau tugas-tugas utama yang mungkin sering agak misleading karena kalau kita bicara tentang prioritas nasional yang digariskan oleh Bapak Presiden itu sering terjemahannya untuk proyek. Jadi Kemenkeu itu kelihatannya kayak tidak relevan ke proyek karena kita tidak punya proyek, tapi tanpa Kemenkeu tanpa pajak ya ga akan ada proyek nasional,” tuturnya.

Meskipun dalam suasana pandemi Covid-19 dan mengalami dampak yang sangat extraordinary, Menkeu mengungkapkan bahwa Kemenkeu tetap mendapatkan berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional.

BACA JUGA  ITPC Vancouver Selenggarakan Pameran Makanan dan Minuman di Kanada

Penghargaan internasional didapat dari bidang keorganisasian dan terkait tugas dan fungsi utama, sementara penghargaan nasional didapat dari bidang layanan publik, digitalisasi layanan, bidang kelembagaan, dan bidang kehumasan.

“Saya sangat menghargai jajaran Kemenkeu yang terus untuk menjaga kinerjanya. Untuk organisasi Kemenkeu kita mendapatkan penghargaan tahun lalu dari Corporate University, Stateperson Award, Debt Management Office, kemudian medali emas untuk Top Performance Award,” kata dia. (*)

banner 970x90

News Feed