oleh

Kinerja Ekspor Produk Perikanan Dunia, Peringkat Indonesia Naik

Jakarta, Mediakonomi.com – Selama masa pandemi Covid-19, kinerja ekspor produk perikanan asal Indonesia terus meningkat. Hal itu terlihat dari kenaikan peringkat Indonesia sebagai eksportir produk perikanan dari posisi ke-10 menjadi posisi ke-8 di antara negara-negara pengekspor produk perikanan sedunia.

“Secara global perdagangan produk perikanan dunia turun. Tapi ekspor Indonesia malah naik. Di saat seluruh eksportir utama produk perikanan mengalami penurunan nilai ekspor, kinerja ekspor produk perikanan Indonesia mengalami peningkatan,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Pertanian, Ir. Artati Widiarti, M.A. kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/8/2021).

Data yang dirilis oleh ITC Trademap menunjukkan, nilai ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2020 mencapai USD5,2 miliar atau tumbuh positif 5,7% dibandingkan tahun 2019. Sementara beberapa negara mengalami penurunan seperti Tiongkok turun 7,8%, Norwegia turun 7,5%, Vietnam turun 2,1%, India turun 15,1%, Thailand turun 2,2%, dan Ekuador turun 1,5%.

BACA JUGA  Gubernur BI Paparkan Respon Bank Sentral Hadapi Tantangan Peradaban Baru

“Peningkatan peringkat eksportir Indonesia ini merupakan pencapaian yang luar biasa hasil kolaborasi intensif antara eksportir, pemerintah, dan seluruh stakeholders yang terlibat,” ujar dia.

Indonesia, kata Artati, memiliki sumber daya perikanan yang melimpah telah bergerak untuk menyuplai produk perikanan bergizi yang sangat diperlukan masyarakat global di masa pandemi Covid-19.

Dilihat komoditasnya, udang masih menjadi komoditas unggulan disusul tuna – cakalang (TCT), cumi-cumi – sotong – gurita CSG), rajungan, kepiting, dan rumput laut.

Selama tahun 2020, nilai ekspor udang dari Indonesia mencapai USD2,04 miliar atau 8,8% terhadap nilai impor total udang dunia. Sedangkan TCT sebesar USD724 juta (5,0%), CSG sebesar USD509 juta (6,0 %), rajungan dan kepiting sebesar USD368 juta (6,8 %), dan rumput laut sebesar USD280 juta (11,4 %).

BACA JUGA  Dirjen Industri Agro Kemenperin Sidak Penerapan Prokes di Pabrik Mamin

Sementara Direktur Pemasaran pada Ditjen PDSPKP KKP, Machmud, S.P., M.Sc. menyampaikan, selama 2021 ekspor produk perikanan Indonesia menunjukkan kinerja yang membaik. Secara kumulatif periode Januari – Juni 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai USD2,6 miliar atau naik 7,3% dibanding periode yang sama tahun 2020 dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD2,3 miliar atau naik 6,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sedangkan hingga akhir tahun ini, nilai ekspor produk perikanan ditargetkan USD6,05 miliar. Sehingga Juni ini telah tercapai 43 persen dari target tahun ini,” kata Machmud.

Nilai ekspor produk perikanan pada bulan Juni 2021 mencapai USD464,2 juta atau naik 24,3% dibanding Mei 2021. Angka ini juga meningkat 17,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA  Menkeu Paparkan Kinerja Kementerian yang Dipimpinnya Lima Tahun Terakhir

“Ini menunjukkan bahwa sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi pengungkit ekonomi sekaligus peluang di masa pandemi,” sambungnya.

Adapun negara tujuan ekspor komoditas perikanan di antaranya Amerika Serikat (AS) yang membukukan transaksi sebesar USD1,1 miliar atau 44,4% dari total nilai ekspor. Disusul Tiongkok sebesar USD382,9 juta atau 14,8% dari nilai ekspor total dan Jepang sebesar USD278,9 juta (10,8%).

Kemudian negara-negara ASEAN sebesar USD270,1 juta (10,4%), Uni Eropa sebesar USD132,0 juta (5,1%), dan Australia sebesar USD55,2 juta (2,1%). (*)

banner 970x90

News Feed