oleh

Kemenperin Siapkan Uji Coba Operasi Penuh untuk Industri Esensial

Jakarta, Mediakonomi.com – Setelah sukses membuat regulasi protokol kesehatan untuk kalangan indsutri selama masa PPKM, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah bersiap-siap untuk menerapkan operasi penuh bagi industri sektor esensial. Dalam hal ini, Kemenperin memberikan prioritas bagi industri yang berorientasi ekspor, domestik, dan padat karya.

“Kami akan melakukan uji coba operasi penuh bagi industri yang tergolong sektor esensial untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers, Rabu (18/8/2021).

Selama ini sepanjang masa PPKM, sektor industri yang esensial hanya boleh beroperasi 50% dalam satu shift. Kemenperin akan meluncurkan uji coba beroperasi 100 persen.

“Nantinya pemberlakuan uji coba itu harus disertai dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan dispilin. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran atau penularan Covid-19,” ujar Menperin.

Uji coba operasi tersebut sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

BACA JUGA  Wali Kota Tangerang Harapkan Teras Jajan dan Gerai UKM Mendorong Geliat Ekonomi

Dalam beleid ini disebutkan, uji coba protokol kesehatan akan dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang memiliki orientasi ekspor dan domestik untuk beroperasi dengan kapasitas 100% (seratus persen). Daftar perusahaan yang akan mengikuti uji coba ditentukan oleh Kemenperin.

Berikutnya, perusahaan dan para karyawannya wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada fasilitas produksi perusahaan. Seluruh perusahaan yang mengikuti uji coba ini wajib mengikuti acuan protokol kesehatan yang ditentukan oleh Kemenperin dan Kementerian Kesehatan. Selanjutnya, Kemenperin dan jajaran pemerintahan daerah agar dapat melakukan melakukan pengawasan atas implementasi uji coba ini.

Di samping itu, pelaksanaan uji coba disesuaikan dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 tentang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. SE Menperin ini mendorong upaya-upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di lingkungan perusahaan.

BACA JUGA  Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (11 Juni 2021)

Adapun beberapa kriteria bagi industri esensial yang dapat melakukan aturan uji coba ini, antara lain memiliki IOMKI aktif, merupakan perusahaan dengan jenis industri esensial berorientasi ekspor atau domestik serta bagian dari rantai pasok, berada dalam wilayah berstatus PPKM level 4, berkomitmen melaksanakan protokol kesehatan sesuai SE Menperin 3/2021, dan diprioritaskan bagi industri yang telah melaksanakan program vaksinasi.

“Syarat perusahaan yang dapat mengikuti uji coba adalah memiliki IOMKI untuk setiap lokasi pabrik dan melaporkan IOMKI dengan rutin. Perusahaan yang belum memiliki aplikasi, manajemen bersedia menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” sebut Agus.

Untuk di wilayah Pulau Jawa, terdapat 268 perusahaan yang mengikuti uji coba ini, dengan total pekerja mencapai 448.505 orang. Jumlah tenaga kerja yang sudah divaksin tahap pertama sebanyak 310.780 (69%) dan pekerja yang sudah divaksin tahap kedua sebanyak 66.342 (21%).

Menperin menyatakan, apabila uji coba ini berhasil dilaksanakan dengan baik dan tidak terjadi kasus positif Covid-19, pihaknya akan membuka semua sektor industri di Jawa-Bali bisa beroperasi kembali. “Jadi, aktivitas produksi di sektor industri dapat optimal lagi, sehingga memacu pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

BACA JUGA  Menko Airlangga Bertekad Agar Indonesia Menjadi High-Income Country

Pada triwulan II tahun 2021, kinerja industri pengolahan nonmigas memperlihatkan kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 6,91% yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07%.

Bahkan, di tengah dampak pandemi Covid-19, sektor manufaktur menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional tertinggi yaitu sebesar 1,35%. Selain itu, berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 17,34%, lebih tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya.

Guna menjaga kinerja yang gemilang tersebut, Menperin menegaskan, pihaknya konsisten untuk terus menjalankan kebijakan yang strategis dan probisnis. Misalnya, program susbtitusi impor 35% pada tahun 2022. Program ini ditopang melalui peningkatan investasi dan utilisasi serta mengoptimalkan Program Peningkatan Penggunaan Dalam Negeri (P3DN). (Wawan, Sumber Kemenperin)

banner 970x90

News Feed