oleh

Kemenperin Gandeng Pemprov NTT Salurkan 50 Mesin Tenun untuk IKM

Jakarta, Mediakonomi.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyalurkan bantuan berupa 50 mesin tenun kepada para pelaku IKM (Industri Kecil dan Menengah) pertenunan di NTT.

Dalam penyaluran bantuan ini, Kemenperin menugaskan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) untuk bergandengan tangan dengan Disperindag dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT. Kolaborasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pemberian mesin dan peralatan IKM tenun di Provinsi NTT.

“Kami akan mendorong pengembangan IKM tenun di seluruh wilayah Indonesia. Upaya ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk dapat mengembangkan diversifikasi produk berbahan tenun yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi,” kata Plt. Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, Senin (30/8/2021).

BACA JUGA  Pemprov Jabar Dorong Peningkatan Pendapatan Daerah dari PKB

Reni optimistis, fasilitasi mesin dan peralatan ini berdampak positif terhadap upaya pengembangan IKM tenun di NTT sehingga mereka lebih berdaya saing tinggi dan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar di NTT. Pada akhirnya para pelaku IKM pertenunan itu dapat menjadi bagian dari pemacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Peralatan yang diberikan kepada para perajin IKM tenun di NTT itu berupa satu set alat tenun gedogan yang terdiri dari alat tenun, pemidang ikat, penggulung benang dan pemidang hani. Penerima fasilitasi ini sebanyak 50 pelaku IKM tenun yang berasal dari 10 kabupaten di NTT dengan masing-masing kabupaten diwakili lima perajin.

Para perajin IKM tenun tersebut berasal dari Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara, Alor, Kupang, Malaka, Lembata, Belu, Timor Tengah Selatan, dan Flores.

BACA JUGA  Grup Perusahaan Len Incorporated Tebar Kebahagiaan dengan Bagikan Hewan Qurban

Reni menjelaskan, IKM tenun yang merupakan bagian dari sektor industri tekstil dan pakaian jadi. Sektor ini memiliki peran penting dalam membangun perekonomian nasional sebagai penyerap tenaga kerja dan penghasil devisa. Oleh karenanya, industri tekstil dan pakaian jadi masih menjadi andalan pemerintah dalam memacu kinerja industri pengolahan non-migas.

“Kami menyadari tenun merupakan salah satu komoditas yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di NTT. Beragam motif dari setiap Kabupaten dan Kota menjadi potensi yang harus dimaksimalkan sebagai salah satu penunjang Provinsi NTT sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata yang cukup besar,” paparnya.

Meskipun mengalami kontraksi pertumbuhan 4,54% pada triwulan II tahun 2021 karena imbas dampak pandemi Covid-19, industri TPT (tekstil dan produk tekstil) masih tetap sebagai salah satu sektor andalan ekonomi nasional.

BACA JUGA  Ratusan Pedagang di Pasar Jatayu Komitmen Terapkan Prokes

Sektor industri tekstil dan pakaian berkontribusi terhadap PDB industri pengolahan non-migas di tahun 2020 sebesar 6,76%. Di samping itu, secara kumulatif, nilai ekspor industri tekstil dan pakaian jadi sepanjang tahun 2020 mencapai USD10,62 miliar. Sedangkan pada periode Januari-Juni 2021, ekspor industri tekstil dan pakaian jadi menembus angka USD5,86 miliar. (M. Gunawan, sumber Kemenperin)

banner 970x90

News Feed