Jayamas Medica Incar Pendanaan dari IPO 1,2 Triliun

Jakarta, Mediakonomi.com – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), dengan melepas sebanyak 4.058.850.000 lembar saham bernominal Rp25 per saham.

Mengutip prospektus calon emiten peralatan kesehatan itu yang diunggah pada laman e-IPO, hari ini Kamis (6/10/2022 ) bahwa jumlah saham baru yang ditawarkan itu setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Untuk itu, perseroan mulai melakukan penawaran awal dengan kisaran harga Rp204 hingga Rp310 per lembar pada tanggal 6 hingga 12 Oktober 2022.

Sehingga perseroan akan meraup dana sebesar Rp828 miliar hingga Rp1,258 triliun.

BACA JUGA  Pertamina dan Perhutani Sinergi Pengembangan NBS

Proses IPO berlanjut, jika OJK menerbitkan pernyataan efektif penerbitan saham baru pada tanggal 21 Oktober 2022.

Jika sesuai dengan jadwal, perseroan bersama penjamin pelaksana efek yakni CLSA Sekuritas Indonesia, CIMB Niaga Sekuritas dan Ciptadana Sekuritas Asia melakukan penawaran umum pada tanggal 25 hingga 27 Oktober 2022 mendatang.

Bersamaan dengan itu, perseroan memberi kesempatan kepada karyawannya untuk menjadi pemodal melalui program ESA (Employee Stock Allocation) dengan menawarkan sebanyak 81,77 juta lembar saham baru.

Sedangkan bagi manajemennya diberi kesempatan menjadi pemodal melalui program Management and Employee Stock Option (MESOP) dengan menawarkan sebanyak 126.219.600 lembar saham baru.

Adapun harga pelaksanaan MESOP sekurang-kurangnya 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di Pasar Reguler sebelum permohonan pencatatan dilakukan ke BEI.

BACA JUGA  Target Pemerintah 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital pada Tahun 2024

Rencananya, 72,19 persen dari dana hasil IPO untuk pengembangan usaha dalam bentuk belanja modal dan modal kerja.

Selebihnya, 22,87 persen dana IPO akan diberikan kepada PT Intisumber Hasil Sempurna Global. Oleh anak usaha itu, dana tersebut digunakan untuk belanja modal dan modal kerja.

Sisanya, 4,94 persen akan diberikan kepada anak usaha yang sama dalam bentuk setoran modal. Oleh anak usaha dana itu diberikan kepada cucu usaha, PT Inti Medicom Retailindodalam sebagai bentuk setoran modal untuk belanja modal dan modal kerja.

Berdasarkan laporan keuangan periode yang berakhir 31 Mei 2022 telah audit, calon emiten itu membukukan laba sebesar Rp86,8 miliar dari penjualan sebesar Rp666,6 miliar.

BACA JUGA  MenKopUKM: Lewat Garda Transfumi, Usaha Mikro Harus Bisa Bikin Business Plan

Jayamas Medica Incar Pendanaan dari IPO 1,2 Triliun