oleh

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh Melejit Hingga 2,95 Persen

Bekasi, Mediakonomi.com – Pertumbuhan kinerja industri makanan dan minuman (mamin) memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas pada triwulan II tahun 2021. Industri mamin tumbuh positif sebesar 2,95%, sedangkan pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 38,42%.


Industri mamin juga memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan besaran yang sangat siginifikan yaitu 6,66%. Capaian kumulatif sektor strategis ini dari sisi ekspor juga sangat baik yaitu mencapai USD19,58 miliar atau naik 42,59% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD13,73 miliar.


Hal itu dikatakan Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika ketika melakukan kunjungan kerja ke pabrik mamin di kawasan Bekasi, Sabtu (7/8/2021). Kinerja gemilang industri mamin tersebut, kata Putu, harus dijaga selama masa pandemi Covid-19 ini karena peran pentingnya dalam memasok kebutuhan pangan masyarakat.

BACA JUGA  Kadin Kota Bogor Borong Makanan Siap Saji dari Pelaku UMKM


“Industri mamin selama ini telah membawa dampak positif yang luas bagi perekonomian nasional, seperti peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, penerimaan devisa dari investasi, dan ekspor hingga penyerapan tenaga kerja yang sangat banyak,” ujar Putu.
Kemenperin, kata dia, telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri mamin di tanah air. Salah satunya dengan menjaga ketersediaan bahan baku dan memfasilitasi pemberian insentif fiskal.


“Selama masa pandemi, tentunya kami memperhatikan industri yang kritikal dan esensial agar tetap bisa beroperasi, termasuk industri mamin,” ujarnya.
Terkait dengan hal itu, Kemenperin menerbitkan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) di tengah masa pandemi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, termasuk saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kemenperin mencatat, hingga 24 Juli 2021, sebanyak 6.721 IOMKI diberikan kepada perusahaan sektor industri agro di Indonesia dengan total tenaga kerja yang terlibat sebanyak 1,85 juta orang.
“Kami terus memantau penerapan IOMKI ini, terutama dengan adanya Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 tentang IOMKI pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19,” papar putu.
Perihal tersebut diatur di dalam SE Menperin 3/2021 tentang IOMKI. Perusahaan yang telah memiliki IOMKI wajib menyampaikan laporan pelaksanaan operasional dan mobilitas kegiatan industri secara berkala dua kali dalam satu minggu, pada hari Selasa dan Jumat secara elektronik melalui portal Sistem Informasi Industri Nasional atau SIINas (siinas.kemenperin.go.id). (*)

BACA JUGA  Restoran De'Kebondjati Gandeng Pelaku UMKM Asal Sukabumi
banner 970x90

News Feed