oleh

Indonesia – Uni Emirat Arab Tingkatkan Hubungan Bilateral Secara Komprehensif

Jakarta, Mediakonomi.com – Hubungan bilateral Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memasuki babak baru. Kedua negara sepakat memperkuat hubungan perdagangan secara komprehensif melalui perundingan Indonesia-Uni Emirat Arab Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) atau perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif.

Peluncuran IUAE-CEPA dilaksanakan di Bogor, Kamis (2/9/2021) oleh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Minister of State for Foreign Trade Uni Arab Emirates (UAE), Thani bin Ahmed Al Zeyoudi. Rencananya perundingan IUAE-CEPA akan berlangsung sampai dengan Sabtu (4/9/2021).

Perundingan IUAE-CEPA ditandai dengan penandatanganan Joint Ministerial Statement on the Launching of Negotiation for IUAE-CEPA. Sebelumnya, kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi melalui IUAE-CEPA dicapai pada pertemuan Mendag Lutfi dengan Menteri Thani Al Zeyoudi pada 30 Maret 2021 dan 8 April 2021.

Rencana perundingan IUAE-CEPA ini juga telah mendapatkan persetujuan dari pemimpin kedua negara yaitu Presiden RI, Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

BACA JUGA  Pemerintah Mendukung PEN Melalui Program Stimulus dari APBN

“Hari ini kami dengan bangga meluncurkan negosiasi IUAE-CEPA yang sekaligus menandai babak baru hubungan perdagangan kedua negara. Ini adalah upaya sangat penting dan substansial yang dilakukan Indonesia dan UEA untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian kedua negara dan menyejahterakan masyarakat,” kata Mendag Lutfi.

Sebagai kesepakatan yang komprehensif, lanjut Mendag Lutfi, inisiatif ini akan mencakup akses pasar, aturan untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi, serta kerja sama ekonomi .

“CEPA harus menjadi platform ekonomi yang andal dan inklusif yang akan mengangkat berbagai sektor bisnis dari semua skala, dari perusahaan multinasional hingga usaha kecil dan menengah,” ujar Mendag.

Menurut Mendag, ada tiga hal utama yang menjadikan CEPA penting bagi Indonesia dan UEA. Pertama, secara historis, CEPA adalah perundingan pertama Indonesia dengan negara di kawasan Teluk, begitu pula bagi UAE, ini merupakan kemitraan ekonomi komprehensif dengan Indonesia. Kedua, Indonesia dan UEA sebagai dua kekuatan ekonomi utama perlu mempererat kerja sama sehingga dapat saling melengkapi, terutama di masa pandemi yang penuh tantangan ini.

BACA JUGA  Bupati Bogor Arahkan ASN untuk Menjadi Garda Pemulihan Ekonomi

Ketiga, lanjur Lutfi. CEPA diharapkan bukan sekadar kemitraan/kerja sama pemerintah dengan pemerintah (G to G) tetapi juga antar-pelaku usaha (B to B) dan masyarakat kedua negara. CEPA akan semakin membangun kepercayaan kedua negara untuk lebih meningkatkan perdagangan dan investasi, serta meningkatkan intensitas pertemuan untuk kerja sama yang berkelanjutan.

Mendag Lutfi menegaskan, IUAE-CEPA dapat secara signifikan mendorong peningkatan produktivitas, inovasi, penciptaan lapangan kerja, kolaborasi bisnis , dan berkontribusi pengentasan kemiskinan bagi kedua belah pihak.

“Saya berharap putaran pertama perundingan yang dimulai hari ini akan membawa hasil yang bermanfaat. Mari dukung negosiator kita untuk bekerja dengan cepat dan menyelesaikan CEPA dalam waktu satu tahun. Saya percaya IUAE-CEPA akan menjadi dasar bagi pemulihan ekonomi di kedua negara dan meningkatkan peran dalam rantai pasokan global,” kata dia.

BACA JUGA  Fleksibilitas APBN Berikan Kontribusi untuk Pemulihan Ekonomi

Menteri Thani Al Zeyoudi mengatakan, hubungan bilateral UEA yang sudah berlangsung lama dengan Indonesia berdasarkan pada ikatan budaya yang erat dan komitmen bersama untuk memungkinkan pembangunan ekonomi yang lebih besar dan kemakmuran rakyat kedua negara.

“IUAE-CEPA dibangun di atas hubungan ekonomi yang kuat antara UEA dengan Indonesia. IUAE-CEPA akan menjadi dasar bagi kemitraan yang lebih erat untuk kemajuan bersama dengan menciptakan berbagai peluang baru, menarik investasi dan tenaga kerja yang lebih besar, serta mengakselerasi pemulihan ekonomi global,” kata Menteri Thani Al Zeyoudi.

Menteri Thani Al Zeyoudi juga dijadwalkan untuk melakukan pertemuan kehormatan kepada Presiden RI Joko Widodo pada 3 September 2021. (*)

banner 970x90

News Feed