oleh

Indonesia Pamerkan Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Dubai Expo 2020

banner 970x90

Dubai, Mediakonomi.com – Dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai global-hub ekonomi Syariah, pemerintah mengambil beberapa langkah sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan ekonomi Syariah di Indonesia, dimulai dari penerbitan Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) pada tahun 2015, ditindaklanjuti dengan pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) pada tahun 2016 yang kemudian berubah menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di tahun 2020, hingga di akhir tahun 2019, KNEKS bersama dengan pemangku kepentingan menyusun Rencana Implementasi Pengembangan Ekonomi Syariah Indonesia 2020-2024 sebagai rujukan atau referensi bagi Kementerian/Lembaga maupun Institusi terkait dalam melaksanakan rencana pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam salah satu rangkaian acara Pekan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diselenggarakan di Dubai Expo 2020 pada 17 hingga 23 Desember 2021, Kemenkeu menyelenggarakan seminar bertajuk Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia pada Selasa (21/12) di Paviliun Indonesia, Dubai Expo 2020, Uni Emirat Arab. Seminar ini bertujuan untuk memamerkan perkembangan dan potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, sekaligus memikat para investor untuk berinvestasi, dan membuka peluang kerjasama dalam bidang Pendidikan dan Riset.

Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional, Wempi Saputra menyampaikan bahwa untuk memperkuat fondasi fondasi Ekonomi Islam, kita harus membangun dan memperkuat ekosistem Keuangan dan Ekonomi Syariah.  

BACA JUGA  Menkeu Menekankan Pentingnya untuk Mengatasi Dampak Krisis Geopolitik Terkini

“Kami memiliki empat kelompok ekosistem: keuangan komersial, keuangan sosial, industri halal, dan komunitas publik. Keempat klaster ini mendukung berbagai bidang usaha di masyarakat mulai dari UMKM hingga korporasi. Ekosistem ini membutuhkan dukungan dari Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Regulasi, Branding, dan Teknologi Digital,” papar Wempi sebagai pembicara pada pidato pembuka seminar ini.

Wempi juga menambahkan bahwa salah satu temuan penelitian mengenai peran Perbankan Syariah bagi industri perbankan secara keseluruhan di Indonesia adalah keberadaan bank syariah tidak berdampak pada profitabilitas tetapi juga membuat perbankan di Indonesia secara keseluruhan lebih stabil. “Struktur portofolio pembiayaan bank syariah telah memberikan kontribusi terhadap stabilitas industri perbankan secara keseluruhan. Hal ini merupakan pertanda baik dan potensi yang baik bagi perkembangan ekonomi inklusif Islam di Indonesia, bahwa perbankan syariah dan konvensional dapat membawa sinergi yang baik untuk memajukan perekonomian dan keuangan nasional di Indonesia”.

BACA JUGA  Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (11 Juni 2021)

Selain memperkenalkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, Wempi juga mengungkapkan bahwa sumber daya manusia memegang peran penting untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Seiring dengan program tersebut, kami menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia sangat dibutuhkan. Mereka harus kompetitif, gesit, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan. Pada kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan kepercayaan dan kesempatan kepada generasi muda Indonesia yang cerdas, kreatif, dan berpotensi tinggi untuk sukses di berbagai bidang untuk mendapatkan literatur ekonomi syariah sejak dini. Dari minat mempelajari ekonomi dan keuangan syariah, melakukan berbagai penelitian dan pengembangan hingga akhirnya bersama-sama mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia dan memberikan dampak yang baik bagi dunia,” ungkapnya.

BACA JUGA  Perubahan Iklim Perlu Ditangani Melalui Kolaborasi Seluruh Negara di Dunia

Seminar ini juga menghadirkan Panelis yakni Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, KNEKS, Sutan Emir Hidayat memaparkan materi bertajuk “Indonesia Education and Research in Islamic Economics and Finance: Some Recent Updates” yang bersanding dengan Wakil Ketua VI – Bidang Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Irfan Syauqi Beik, membawakan materi tentang “Current State of The Islamic Economics and Finance (IEF) Education in Indonesia ”.

Turut hadir pula dalam seminar tersebut Assistant Undersecretary for the Management of Financial Resources , Kemenkeu Uni Emirat Arab, Mariam Mohammad Al Amiri, Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis dan Atase Keuangan, KBRI UEA, Boby Wahyu Hernawan, bersama dengan pejabat dan delegasi lain baik dari Kemenkeu RI maupun Kemenkeu UEA. Diskusi panel berlangsung secara interaktif baik dari peserta yang hadir secara fisik di Paviliun Indonesia maupun peserta yang mengikuti kegiatan secara online.

Sumber : Siaran Pers Kemenkeu