oleh

Harga Patokan Ekspor Pertambangan Alami Kenaikan

Jakarta, Mediakonomi.com – Penentuan Harga Patokan Ekspor (HPE) pertambangan untuk bulan September 2021 ditentukan oleh dinamika dan pergerakan harga pada bulan Agustus 2021. Beberapa komoditas pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) mengalami kenaikan HPE pada bulan September ini.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan, komoditas konsentrat tembaga, konsetrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu.

“Kenaikan harga ini dipicu oleh adanya peningkatan permintaan dunia. Sementara konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenit, dan konsetrat rutil mengalami penurunan harga. Adapun konsentrat mangan dan pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan,” kata Wisnu dalam siaran persnya, Selasa (31/8/2021).

BACA JUGA  Menteri Keuangan Bersama Menteri Investasi Tandatangani Nota Kesepahaman Optimalkan Investasi

Produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode September 2021 terdiri dari konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga rata-rata USD 3.367,86/WE atau naik 0,59%; konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) USD 1.020,98/WE atau naik 7,40%; konsentrat seng (Zn ≥ 51%) USD 868,04 /WE atau naik 2,16%; dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata USD 34,52/WE atau naik 3,74%.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata USD 165,48/WE atau turun sebesar 15,88% dan konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata USD 84,56/WE atau turun 15,88%.

BACA JUGA  PPKM yang Efektif Dapat Kendalikan Covid dan Mendorong Pemulihan Ekonomi

Selanjutnya konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 98,81/WE atau turun 15,88%; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 423,49/WE atau turun 7,73%; dan konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga ratarata USD 1.236,15/WE atau turun 0,81%.

Adapun konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD 213,63/WE dan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga rata-rata USD 117,98/WE tidak mengalami perubahan.

“Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian,” jelas dia.

BACA JUGA  Kabupaten Tangerang Makin Mantap dengan Perdagangan Ekspor

Adapun perhitungan harga dasar HPE untuk konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK meliputi konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

HPE periode September 2021 ditetapkan setelah memperhatikan masukan tertulis serta hasil koordinasi dengan berbagai instansi terkait, kata Wisnu.

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 52 Tahun 2021 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar periode September 2021 sendiri dapat diunduh melalui http://jdih.kemendag.go.id/peraturan/detail/2148/2. (Arifin, sumber Kemenko Perekonomian)

banner 970x90

News Feed