oleh

Export Center Surabaya Fasilitasi UKM Jatim Masuki Pasar Global

Jakarta, Mediakonomi.com – Kehadiran Export Center Surabaya (ECS) cukup strategis dalam meningkatkan ekspor produk dari wilayah Jawa Timur (Jatim). Melalui ECS, pemerintah juga mendorong UKM memasuki pasar global dengan mamanfaatkan fasilitas di pusat kegiatan ekspor tersebut.

“ECS hadir agar para pelaku ekspor mampu menemukan pasar yang lebih luas. Pelaku usaha bisa memperoleh informasi peluang ekspor, mendapatkan pendampingan, dan berkonsultasi dalam memenuhi standar negara tujuan ekspor. Hal ini penting untuk UKM agar mereka dapat memasuki pasar ekspor dengan lebih lancar,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi, Rabu (25/8/2021).

ECS yang dibentuk pada Februari 2021, ujar dia, merupakan program kerja sama Kemendag melalui Direktorat Jenderal PEN dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim dan didukung Pemprov Jatim. Salah satu tujuannya untuk menumbuhkan pelaku ekspor baru serta membantu penetrasi produk ekspor.

BACA JUGA  LPEI Ciptakan Eksportir Baru Melalui Program Desa Devisa

”Kota Surabaya dipilih karena Jawa Timur merupakan pusat produksi barang ekspor,” kata Didi.

Dengan hadirnya ECS, kebijakan yang diterbitkan Kemendag dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha. Berbagai informasi yang bersumber dari perwakilan perdagangan di luar negeri dapat tersalurkan secara tepat dan cepat sehingga dapat memperluas pangsa ekspor.

Selain itu, melalui Export Center Surabaya dapat dijaring informasi data pelaku usaha daerah terkini sebagai materi promosi Kemendag untuk disebarluaskan kepada para pembeli di luar negeri.

ECS juga memberikan layanan konsultasi one stop service terkait peluang ekspor, pemanfaatan Free Trade Agreement, pendampingan standardisasi produk, promosi, prosedur ekspor maupun permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

BACA JUGA  Akhir - Akhir ini Harga Crypto Currency Bitcoin (BTC) Makin Anjlok di Pasaran

Pada periode Maret—Juli 2021, ECS telah memberikan pelayanan konsultasi sebanyak 565 kali yang meliputi berbagai topik. Di masa pembatasan pergerakan saat ini, ECS melakukan berbagai penyesuaian. Jika biasanya kegiatan konsultasi dapat dilaksanakan secara luring dengan mengunjungi kantor ECS, saat ini bisa diakses secara daring menggunakan aplikasi Whatsapp atau Zoom.

Berdasarkan data kegiatan konsultasi yang dirangkum oleh ECS, saat ini, salah satu kendala terkait daya saing yang dihadapi UKM/pelaku usaha ekspor untuk dapat menembus pasar adalah kurang optimalnya pemanfaatan Free Trade Agreement. Sehingga, produk UKM/pelaku usaha yang masuk ke pasar ekspor tertentu menjadi kalah bersaing dari sisi harga.

Terkait hal tersebut, ECS juga menyediakan informasi terkait hasil Free Trade Agreement agar para pelaku UKM dapat memanfaatkan fasilitas Surat Keterangan Asal (SKA) preferred tariff. ECS bersama para perwakilan perdagangan di luar negeri juga melaksanakan kegiatan penjajakan kesepakatan dagang (business matching) dengan mempertemukan pembeli dari luar negeri dengan para eksportir. (Zainal, sumber Kemendag)

BACA JUGA  Para Pedagang Harus Siap-siap Mentera Kiloan atau Alat Pengukur Liter
banner 970x90

News Feed