oleh

Di Tengah PPKM, Omset Penjual Bendera di Cianjur Anjlok Tinggal Separuhnya

CIANJUR, Mediakonomi.com – Pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM membawa dampak negatif terhadap omset penjual bendera merah putih pada musim penjualan menjelang peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Indonesia. Di tengah PPKM, pendapatan mereka pun anjlok hingga tinggal setengahnya.

Seorang penjual bendera di Cianjur, Iwan Apo (45) mengatakan, dari hari pertama berjualan bendera tanggal 28 Juli sampai pertengahan bulan Agustus 2021, dia mengantungi pendapatan sebesar Rp10 juta. Pada tahun-tahun sebelumnya di periode yang sama, Iwan dapat meraup hasil penjualan sebesar Rp20 juta.

“Kami menduga, penurunan omset dan keuntungan kami diakibatkan pandemi Covid-19 dan pelaksanaan PPKM,” kata Iwan kepada wartawan, Senin (16/8/2021).

Menurut dia, keluhan yang sama juga disampaikan oleh rekan-rekannya sesama penjual bendera di wilayah Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA  MenkopUKM Gandeng Ikatan Alumni Universitas Brawijaya, Bangun Future SMEs Berdaya Saing Tinggi

“Saya rutin berjualan bendera dan aksesoris Hari Kemerdekaan sejak akhir bulan Juli sampai tanggal 16 Agustus,” ucapnya.

Walaupun omset turun, Iwan tetap semangat berjualan. Dia menjual bendera aneka ukuran dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp300 ribu. Dulu bendera jenis umbul-umbul paling banyak peminatnya, sekarang bendera berharga Rp20 ribu yang laris manis.

Hal senada juga dikatakan Agung Sugilar (46), sesama penjual bendera. Agung sudah mulai berdagang bendera dan aksesoris kemerdekaan sejak 27 Juli lalu.

“Sekarang pendapatan turun secara drastis, Kang. Tahun-tahun lalu, pada saat tanggal 16 Agustus saya bisa mengantongi pendapatan sampai Rp25 juta, tapi sekarang saya hanya bisa mengumpulkan Rp11 juta,” ungkapnya. (Rusdi)

BACA JUGA  DPMPTSP Kab. Sukabumi Sosialisasikan Perijinan Berbasis Elektronik

Teks foto:
Pedagang aksesoris Hari Kemerdekaan RI tetap semangat berdagang di tengah wabah Covid-19 dan penerapan PPKM.

banner 970x90

News Feed