oleh

Cacing Sutra Merah Berikan Nilai Tambah Ekonomi bagi Petani Ikan Hias

Sukabumi, Mediakonomi .com – Cacing sutra merah memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani ikan hias dalam menjaga keberlangsungan usahanya. Pakan ikan ini memberikan dua keuntungan yaitu dapat mempercepat pertumbuhan ikan dan harganya lebih murah dibandingkan pakan pabrikan. Para peternak ikan pun bisa panen lebih cepat dan mengurangi biaya pakan.

Dengan pakan cacing sutera merah, pembudi daya ikan hias dapat memetik panen dengan segera. Selisih masa panen ikan yang diberi pakan cacing sutera merah terpaut sekitar 10 hari dibandingkan ikan uang diberi pakan bikinan pabrik seperti pelet.

“Kalau diberi makan cacing, paling lama 30 hari ikan hias sudah bisa dipanen. Tapi kalau pakai pakan pelet, masa panennya bisa mencapai 40 hari,” kata Oma, salah seorang peternak ikan hias di Kampung Cimahi, Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin (23/8/2021).

BACA JUGA  Bappenda Sumedang Perluas Objek Pajak Restoran

Dilihat dari segi harga juga terdapat selisih harga yang cukup signifikan antara harga cacing dan pelet di pasaran. Harga cacing sutra merah hanya Rp30 ribu perliter, sedangkan harga pakan jenis pelet merah cabai harganya kini sudah mencapai Rp60 ribu perkilogram.

“Dari selisih harga ini, kami dapat mengirit pengeluaran. Itu artinya ada keuntungan ekonomi bagi peternak ikan hias. Selain harganya murah, cacing sutera merah juga lebih segar dan alami,” ujar Oma.

Pakan cacing sutera merah, lanjut dia, merupakan makanan favorit ikan hias. Cacing jenis ini dapat mendorong pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat dan membuat tubuh ikan menjadi lebih sintal serta dapat bergerak lincah di dalam air.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Dorong UMKM untuk Memiliki Nomor Induk Berusaha

“Cacing adalah makanan ikan yang berasal dari mahluk hidup. Dengan makan cacing dan kutu air, ikan akan terpicu pertumbuhannya menjadi lebih cepat. Warna ikan juga lebih muncul,” jelasnya.

Oma membudidayakan berbagai jenis ikan hias dengan harga jual yang beragam. Dia menjual ikan metalik dengan harga Rp4 ribu perekor, koki Rp3.500 perekor, lohan Rp80 ribu, dan arwana warna silver ukuran 30 sentimeter Rp50 ribu. Ada juga ikan mempis dengan Rp8 ribu perekor.

Ikan hias dijual per ekor bukan dalam satuan kilo seperti ikan konsumsi ikan mas, nila, atau lele. Harga ikan fluktuatif tergantung persediaan ikan di kolam. Jika stok melimpah, harga semakin murah, tapi kalau menipis harganya melambung tinggi. (*)

BACA JUGA  Dirut Perumda PPJ Kota Bogor: Selama PPKM Pendapatan Pedagang Turun Drastis

Cacing Sutra Merah Berikan Nilai Tambah Ekonomi bagi Petani Ikan Hias