oleh

Bappebti Kembali Blokir Situs Investasi Forex Tanpa Izin

Jakarta, Mediakonomi.com – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan kembali memblokir 82 domain situs web entitas di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) atau investasi forex (foreign exchange) atau valuta asing tanpa izin. Dalam pemblokiran ini, Bappebti menemukan bukti penawaran investasi forex itu tidak memiliki izin dari Bappebti.

“Saat ini marak penawaran investasi forex dengan yang melakukan penjualan melalui robot trading. Entitas-entitas tersebut menggalang dana masyarakat melalui paket-paket investasi dengan menggandeng pialang berjangka luar negeri yang tentunya tidak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka dari kami,” ujar Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardhana, Rabu (18/8/2021).

Jumlah 82 situs uyang diblokir itu merupakan hasil operasi selama bulan Juli 2021. Sebelumnya Bappebti telah memblokir ratusan situs sejenis. Dengan demikian, sejak Januari 2021 hingga bulan Juli 2021 total 704 domain situs web investasi forex yang telah diblokir.

BACA JUGA  Kemendag Fasilitasi Penandatanganan MoU Skema Imbal Dagang Indonesia-Rusia

Pemblokiran dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bappebti secara rutin melakukan pengawasan dan pengamatan terhadap situs-situs web yang melakukan penawaran serta iklan dan/atau promosi mengenai perdagangan berjangka komoditi (PBK). Kalau terbukti tidak mempunyai izin, situs webnya langsung diblokir.

Menurut Wisnu, di antara entitas-entitas tersebut terdapat pihak yang menyalahgunakan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. Masyarakat dijanjikan keuntungan (profit) yang konsisten dan pembagian keuntungan (profit sharing) dengan penjual robot trading tersebut.

“Bagi anggota yang dapat merekrut anggota baru untuk bergabung dijanjikan mendapat hadiah berupa bonus sponsorship. Penawaran yang mereka lakukan sangat gencar, tidak hanya melalui internet, namun juga melalui seminar yang diadakan oleh komunitas,” tutur Wisnu.

BACA JUGA  Jalan Tol Trans Sumatera Menumbuhkan Sentra-sentra Ekonomi Baru

Plt. Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti, M. Syist mengungkapkan, Bappebti menemukan penjualan perangkat lunak (software) robot trading yang disertai dengan pernyataan bahwa dengan menggunakan robot trading, tidak diperlukan kemampuan investor dalam melakukan analisa teknik, fundamental, serta tidak adanya teknik yang harus dipelajari.

“Cara-cara yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab ini dapat menyesatkan masyarakat karena investasi PBK bersifat high risk high return. Investor dapat memperoleh keuntungan yang sangat besar dari PBK. Namun perlu diingat bahwa potensi kerugian juga sama besarnya. Iming-iming keuntungan yang besar ini digunakan oknum tersebut untuk mengajak calon nasabah terjun ke PBK tanpa persiapan dan pengetahuan legalitas pelaku usaha yang cukup,” tegas Syist.

BACA JUGA  Pemerintah Dorong Konsolidasi Petani dalam Koperasi Wujudkan Korporatisasi Pangan

Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya dengan penawaran investasi yang menjajikan keuntungan tinggi tanpa memiliki resiko. Syist menyarankan masyarakat untuk memperlajari terlebih dahulu mekanisme transaksinya dan pastikan legalitasnya. (Zainal, Sumber Kemenda)

banner 970x90

News Feed